Thursday, December 7, 2017

Begini Cara Penjual Ketika Mau Beli Motor Bekas


INDOWIN99 - Mendapatkannya dalam kondisi bagus adalah keinginan setiap orang ketika membeli barang bekas. Begitu pula ketika membeli motor bekas. Jika lengah, bisa jadi malah merasa kecewa lantaran harus bolak balik bengkel untuk servis dan mengganti sejumlah bagiannya dengan suku cadang baru.

Andreas, pemilik diler motor bekas Pelangi Motor di Kampung Melayu, Jakarta Timur, mengatakan, sedikitnya ada dua hal yang perlu diperhatikan ketika membeli motor bekas. Keduanya adalah kelengkapan surat-surat dan kondisi dari kendaraannya.

Mengenai surat-surat, calon pembeli harus memastikan adanya faktur pembelian ketika motor tersebut dibeli pemiliknya. Kemudian, kepemilikan dan keaslian Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Jika sudah dipastikan bahwa semuanya lengkap. Maka diperhatikan lagi bahwa pajak kendaraanya telah dibayar atau STNK tidak dalam keadaan mati. "Kalau mati, nanti mengurusnya kena biaya denda kan. Jadi tambah biaya," kata Andreas kepada KompasOtomotif, di Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (5/12/2017).

Andres menambahkan, jika membeli dari diler motor bekas maka perlu dipastikan kemudahan peminjaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik sebelumnya. Sebab ketika akan membayar pajak kendaraan atau perpanjang STNK perlu menyertakan foto copy KTP pemilik kendaraan yang namanya tercantum pada STNK.

"Kalau STNKnya mati bisa pinjam KTP atau enggak, karena pengurusan pajak STNK harus pakai KTP pemilik kendaraan," kata Andreas.

Cek Mesin

Untuk mengecek bagian mesin, paling mudah dilakukan dengan memperhatikan suaranya. "Jika terdengar 'klotok-klotok', bisa ada dua kemungkinannya. Karena setang pistonnya sudah bermasalah atau memang belum diservis ringan saja," kata Andreas.

Kemudian, dipastikan juga tidak ada asap yang keluar dari knalpot saat motor dinyalakan. Ini untuk mengecek motor 4-tak. Selain itu, lubang knalpot pastikan dalam keadaan kering. Jika basah, bisa jadi itu karena adanya rembesan oli dari mesin.

"Dicolek saja lubang knalpotnya, memastikan kering atau enggak. Kalau kering berarti bagus, hanya perlu di servis ringan, ganti oli dan ganti busi saja sudah siap digunakan. Tapi kalau lubang knalpotnya basah itu karena ring pada silinder head piston sudah renggang. Istilahnya mesinnya makan oli. Berarti harus turun mesin, " kata Andreas.

Andreas menyarankan, membeli motor yang seluruh partisinya adalah original, dan bukan variasi. Karena jika memakai variasi maka harganya jatuh ketika motor tersebut ingin dijual kembali. Agar lebih merasa yakin, saran Andreas, ajaklah seorang teknisi atau orang yang paham mengenai seluk beluk mesin motor. Sehingga, tidak merasa rugi ketika membeli motor bekas.

sumber: kompas.com



🔻
Dapatkan Banyak Bonus dari Kami :
+Bonus Deposit Rp.5.000,- Setiap Melakukan Deposit Rp.25.000,- Sesuai Dengan Syarat Dan Ketentuan Yang Berlaku
+Bonus Cashback 0,3% Dari Nilai Turnover
+Bonus Referral 20% Seumur Hidup

Ayo, tunggu apa lagi ? Daftar kan Diri Anda di INDOWIN99

Contact us:
BBM : 2B93CA38
SMS : +855962846901
wechat : indowin_99
facebook : indowin99
Line : INDOWIN99
🔺

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.