Friday, December 29, 2017

Fenomena alam Supermoon dan Gerhana Bulan akan kembali muncul awal tahun 2018

Fenomena Supermoon memang selalu menjadi kejadian yang sangat dinanti-nanti karena keindahannya dan tidak selalu terjadi setiap bulan. Seperti pada tanggal 4 Desember 2017 lalu misalnya, Supermoon dapat dilihat dengan mata telanjang dan banyak yang mengabadikannya dalam bentuk gambar. Kabar baik yang datang, Supermoon akan muncul kembali pada awal dan akhir bulan Januari 2018. Bahkan akan ada tiga fenomena bulan yang muncul dengan luar biasa, yaitu: Supermoon, Red Moon dan Blue Moon. Pasti hal seperti ini akan ditunggu-tunggu!


Bagaimana Supermoon terjadi? Supermoon terjadi saat Bulan sedang berada pada jarak yang paling dekat dengan Bumi. Karena orbit Bulan berbentuk lingkaran, maka ada periode di mana Bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi yang disebut apogee. Sedangkan, saat Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi disebut perigee. Inilah yang mengakibatkan Bulan jadi tampak lebih besar sekitar 15% dari ukuran semula, sehingga fenomena ini disebut Supermoon. 1 Januari yang akan datang, kita yang berada di wilayah Indonesia akan kembali menyaksikan kesempatan untuk menyaksikan Supermoon. Kalau tidak hujan.


Selain pada tanggal 1 Januari 2018 nanti,  kita juga dapat menyaksikan Bulan dalam tampilan yang luar biasa pada 31 Januari 2018 yang akan datang. Saat itu Bulan kembali purnama. Yang artinya dalam satu bulan (Januari) ada dua kali purnama. Ketika purnama kedua terjadi dalam hitungan satu bulan Masehi disebut Blue Moon. Namun Bulan tidak akan berwarna biru, hanya tampak lebih terang dari biasanya. Selain itu, karena masih termasuk purnama perigee, fenomena ini juga akan menjadi Super-Blue-Moon.


Belum selesai sampai disitu. Tanggal 31 Januari 2018 juga adalah saat-saat di mana Matahari-Bumi-Bulan berada pada satu garis lurus. Dan artinya apa? Yup benar sekali, gerhana bulan. Meskipun gerhana Bulan terjadi rutin setiap sebulan sekali, tapi tidak semuanya berupa gerhana Bulan total. Nanti tanggal 31 ini berbeda karena garis orbit Bumi dan Bulan berada pada kemiringan yang sama, sehingga nanti akan terjadi gerhana Bulan total. Apa akibatnya? Sinar Matahari terpancar melalui atmosfer Bumi dan menyebabkan Bulan berwarna kemerah-merahan. Jadi Bulan akan terlihat lebih besar (Supermoon), purnama kedua (Blue Moon) dan berwarna merah (Red Moon). Kalau digabung jadinya Super Red Blue Moon.


Jadi buat kamu yang masih tinggal di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, bersiaplah! Anda ingin menyaksikan Super Red Blue Moon, tidak perlu pakai teleskop. Bisa diamati dengan mata asalkan cuacanya cerah. Kalau hujan, ya tidak bisa kelihatan.




sumber : KEEPO.ME



0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.